Adalah suatu naluri, apabila orangtua ingin membahagiakan anaknya. apalagi apabila cara membahagiakan itu terselip dengan dukungan supaya semakin pintar. sama halnya aku. ketika anakku lahir dan semakin besar, ingin rasanya mendidik dengan cara yang menyenangkan. salah satunya memberi mainan yang mendidik.
Tapi apa yang terjadi. dikota kecil purwokerto, sulit sekali dijumpai mainan yang mendidik tapi murah. bukannya tidak ada mainan. toko mainan di purwokerto banyak. dan hampir semuanya pernah kucoba. tapi semua menjual mainan dengan tipe yang sama. mainan plastik. dan yang lebih menyedihkan lagi, 90 % mainan tersebut BERLABEL TIDAK AMAN UNTUK ANAK. tidak ada jaminan aman itu, dikarenakan spare part yang digunakan berbahaya. pernah kucoba nekat beli, benar saja. barang tersebut mudah rusak dan pecah. belum lagi cat yang berbahaya dan mudah mengelupas.
Salah satu tayangan di televisi juga menyiarkan, bahwa mainan (lagi-lagi import) dari plastik, yang khusus untuk digigit bayi ternyata mengandung merkuri dan ginjal pada cat-nya. bahayanya dapat menyebabkan gagal gijal, kerusakan hati, autis dan yang pasti, kemunduran kecerdasan .
Akhirnya aku kembali ke baby shop dan membeli barang yang selalu berharga puluhan atau ratusan ribu. tapi demi anak, mau apa lagi.
Memang, banyak milis yang menyarankan untuk membuat mainan sendiri atau membeli mainan edukatif dari kayu. tapi, mainan edukatif tersebut tidak ada di purwokerto. untuk membeli, harus keluar kota. membeli on-line? biaya kirimnya kadang lebih mahal dari barangnya. membuat sendiri? memang jadi alternatif. kitapun jadi kreatif. tapi kadang ingin juga membeli yang sudah jadi. apalagi kalau pas ktia nggak bisa bikin mainan sendiri.
Kedua hal diatas memang alternatif. tapi ada hal yang sedikit mengganjal. mungkin bagi ibu yang kreatif dan memiliki good education, masalah mainan anak, bisa diatasi dengan kreatif. tapi bagi masyarakat awam yang tidak tahu apa-apa, mereka tidak sadar. bahwa mainan yang mereka beli, dengan maksud membahagiakan anaknya, justru bisa berbahaya bagi anaknya. tanpa mereka sadari, mereka meracuni anak mereka sendiri. sehingga tiba-tiba anak mereka sakit, atau cacat, atau bahkan semakin bodoh.
Disisi lain, kita dibenturkan pada ekonomi rakyat. maksudnya, harga mainan diatas sangatlah murah. walaupun jelas, semua mainan itu ada import. dan mainan itu juga menjadi mata pencaharian bagi sebagian orang.
Terlintas dalam pikiran, kenapa kita dibanjiri barang import sedemikian banyak. kalau kualitasnya bagus, harganya mahal. bahkan sempat terpikir, jangan-jangan produk mainan itu adalah buangan yang dilarang beredar di negeri asalnya. karena bagaimana mungkin bisa beredar, apabila label keamanannya saja NOT SAVE FOR CHILDREN. apabila ini benar, maka betapa sedihnya aku.
Karenanya ibu. mari bahu membahu. save our generation dari produk yang berbahaya. kalau bukan kita, siapa lagi?










Tulisan yang bagus…Aman untuk dibaca.
Oleh: Hanief on Mei 9, 2009
at 12:32 pm
Blognya bagus banget lo bu…eh.. bu Nana ngajar TIK yaa…? Kita pernah bareng di LPMP Semarang Loo…?
Oleh: Hanief on Mei 9, 2009
at 2:56 pm