Oleh: bhadra31 | Februari 5, 2008

Mendidik Generasi Platinum, Mampukah Kita?

Adalah hal yang paling mengembirakan untuk kami, sekaligus mengejutkan, ketika test pack menunjukkan hasil positif, pada 13 September 2007  pagi. Menggembirakan karena aku merasa sempurna menjadi wanita, dan mengejutkan, karena aku baru satu bulan menikah…ampuh banget kan…???? :)

tapi, kembali menjadi pikiranku, adalah ketika aku membaca artikel, bahwa hamil artinya akan menjadi orang tua. dan mampukah kami (aku dan suami-ku) berdua menjadi orangtua ?

Sebenarnya, aku sudah lama menjadi orangtua. setidaknya sejak 2005, ketika aku menjadi guru. beda-nya saat menjadi guru, tak ada beban berarti, karena aku menjadi orangtua wajib bagi mereka hanya sekitar 2 x 45 menit seminggu, dan mereka sudah besar-besar, dan telah mengalami pendidikan informal yang berbeda-beda di rumah minimal 12 tahun. jadi, karakter mereka sudah terbentuk.

Dan sekarang, aku diberi tantangan baru, mendidik titipan Tuhan, dari minus sampai dewasa (InsyaALLAH). hanya saja, tantangan ini akan menjadi semakin berat, jika menginggat, anakku nanti akan lahir menjadi generasi platinum.

Para pakar dunia, mengolongkan manusia menjadi beberapa generasi. dimulai dari generasi baby boomers, yaitu generasi yang lahir setelah perang dunia II 1946 – 1964. mereka generasi pertama yang mulai berani mengekspresi-kan diri, setelah lepas dari perang.  lalu generasi X, yaitu generasi yang lahir tahun 1965 – 1980. Generasi X adalah generasi yang tumbuh setelah menggenal video games dan MTV. tren remaja mereka, mulai cenderung pemberontak. sehingga mereka dicirikan dengan sifat yang skeptis, sinis, dan tidak lagi mengidahkan norma dan hormat pada orangtua. generasi X banyak digambarkan dengan kemeja flanel, tindikan, dan lebih suka bertindak seenaknya. Namun generasi X adalah generasi yang kreatif dan berusaha memaksimalkan potensi-nya.

Selanjutnya, dilahirkan generasi Y atau disebut generasi millenium. Terminologi ini di berikan kepada generasi yang lahir tahun 1981 – 2000. generasi ini lahir bersama dengan masuknya teknologi yang mengubah dunia. seperti halnya internet. dan mereka mulai merasakan mahalnya pendidikan, dan sulitnya persaingan. survey membuktikan, bawah generasi millenium memiliki bahasa komunikasi yang buruk dengan sesamanya. cenderung penuntut dan tidak sabaran, namun memiliki energi yang luar biasa, dan semangat untuk maju lebih tinggi dari generasi manapun.

Dan mereka yang lahir di tahun 2000, disebut generasi platinum. generasi yang akan lebih ekploratif dan ekspresif. mereka tidak akan menjadi pengguna teknologi saja, seperti rata-rata generasi sebelumnya, namun mereka akan menjai kreator, maupun inisiator. mereka lahir dengan kemampuan mengakses informasi tanpa batas, dan mereka akan senantiasa dituntun oleh zaman, selalu berperilaku produktif dan terbuka pada segala informasi untuk mempertahankan hidup-nya.

Teminologi generasi di atas, bukanlah pakem. karena perkembangan generasi tergantung pada banyak faktor, seperti sosial, ekonomi, budaya, dll. walaupun begitu tidak bisa dipungkiri, bahwa kita akan melahirkan generasi yang  hidup di era teknologi dan informasi tanpa batas. untuk bertahan hidup, mereka memerlukan multi talented, dan pembinaan serta pendidikan multi intelegence. mereka akan menjadi individu yang lebih bebas dan terbuka, sekaligus kompetitif dalam bidang apapun.

Untuk itu, sebagai orangtua, kita pun harus berubah. karena kebutuhan pendidikan dan pembinaan anak akan semakin berkembang, kita juga harus terbuka dan lebih mudah menerima perubahaan terutama teknologi. kita tak akan tahu, sebesar dan secepat apa perubahaan itu. namun, tak ada salahnya, mulai dari sekarang kita bersiap, demi masa depan, dan demi anak-anak kita..


Beri tanggapan

Your response:

Kategori