Oleh: bhadra31 | April 5, 2009

save our generation dari mainan import berbahaya

Adalah suatu naluri, apabila orangtua ingin membahagiakan anaknya. apalagi apabila cara membahagiakan itu terselip dengan dukungan supaya semakin pintar. sama halnya aku. ketika anakku lahir dan semakin besar, ingin rasanya mendidik dengan cara yang menyenangkan. salah satunya memberi mainan yang mendidik.

Tapi apa yang terjadi. dikota kecil purwokerto, sulit sekali dijumpai mainan yang mendidik tapi murah. bukannya tidak ada mainan. toko mainan di purwokerto banyak. dan hampir semuanya pernah kucoba. tapi semua menjual mainan dengan tipe yang sama. mainan plastik. dan yang lebih menyedihkan lagi, 90 % mainan tersebut BERLABEL TIDAK AMAN UNTUK ANAK. tidak ada jaminan aman itu, dikarenakan spare part yang digunakan berbahaya. pernah kucoba nekat beli, benar saja. barang tersebut mudah rusak dan pecah. belum lagi cat yang berbahaya dan mudah mengelupas. Baca Lanjutannya…

Oleh: bhadra31 | Februari 27, 2008

Stereotip Negatif, Sebagai Kanker Dunia Pendidikan

Adalah suatu hal yang membanggakan sekaligus menyedihkan, ketika melihat bahwa penyelenggaraan seminar pendidikan saat ini memiliki peminat yang banyak, terutama bapak/ibu guru yang sedang/akan menjalani sertifikasi. Seperti baru-baru ini, di kota saya, sebuah lembaga pendidikan swasta menyelenggarakan seminar pendidikan mengenai jardiknas, dan diikuti oleh bapak/ibu guru. Namun, alangkah sayangnya, ketika di dalam ruangan yang over loaded itu, banyak bapak/ibu guru yang tidak berpartisipasi aktif, justru sibuk berbincang dengan rekannya sendiri. Ketika ditegur, dengan ringan bapak/ibu guru tersebut menjawab, buat apa terlalu serius, toh, disekolah tidak ada fasilitas komputer, lagipula kehadirannya hanya sekedar menjalankan tugas dan mendapatkan sertfikat. Secara iseng, saya menanyakan kepada 20 peserta yang lain dan 17 orang diantaranya memiliki pendapat yang sama.

Baca Lanjutannya…

Oleh: bhadra31 | Februari 18, 2008

Bobroknya Pendidikan, Salah Guru kah?

Senin, 18 Februari 2008, dalam suara merdeka rubrik wacana, bapak Najanuddin Muhammad, (nyuwun sewu pak, saya ikut berkomentar), peneliti pada CSRC Yogyakarta, menulis tentang Kritik Pendidikan Yang Salah Alamat. Pak Najamuddin menulis, bahwa kritik terhadap sistem pendidikan nasional hanya dititik beratkan pada minimnya anggaran pendidikan dari pemerintah. Hal ini disebabkan pemahaman “runtuhnya pendidikan” hanya terletak pada menterengnya gedung dan kelengkapan fasilitas sekolah, bukan pada perilaku dan sikap siswa-nya sudah melenceng dari nilai-nilai kemanusiaan. Beliau juga berpendapat, bahwa upaya memperbaiki kualitas pendidikan nasional paling vital bukan terletak pada sarana dan fasilitas, melainkan perbaikan internal sekolah. Proses pembelajaran menjadi poin utama untuk menghasilkan siswa yang berkualitas dan bermanfaat bagi perkembangan bangsa.

Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori