Oleh: bhadra31 | Juli 22, 2009

anak hebat dari orang tua yang hebat

sebuah e-mail yang menyentak.aku segaja upload, sebagai penghormatanku kepada para orangtua yang memiliki anak istimewa dan merawat mereka dengan penuh kasih sayang dan ketabahan luar biasa…..semoga bisa menjadi inspirasi dan dukungan untuk mereka yang menjalankan.

KENAPA SIH GAK BOLEH BECANDA PAKE KATA “AUTIS LO!!”??
(PLEASEREAD & FORWARD, this is very IMPORTANT for those of you who has few knowledge about Autism)

Siang itu aku sibuk membaca buku resep makanan khusus untuk anak autistik. Ya, Anakku memang tidak bisa makan sembarang makanan. Salah-salah… anakku bisa berputar-putar seperti gasing jika ada zat dalam makananya yang tidak cocok untuk dikonsumsi oleh anakku.

Baca Lanjutannya…

Oleh: bhadra31 | April 5, 2009

save our generation dari mainan import berbahaya

Adalah suatu naluri, apabila orangtua ingin membahagiakan anaknya. apalagi apabila cara membahagiakan itu terselip dengan dukungan supaya semakin pintar. sama halnya aku. ketika anakku lahir dan semakin besar, ingin rasanya mendidik dengan cara yang menyenangkan. salah satunya memberi mainan yang mendidik.

Tapi apa yang terjadi. dikota kecil purwokerto, sulit sekali dijumpai mainan yang mendidik tapi murah. bukannya tidak ada mainan. toko mainan di purwokerto banyak. dan hampir semuanya pernah kucoba. tapi semua menjual mainan dengan tipe yang sama. mainan plastik. dan yang lebih menyedihkan lagi, 90 % mainan tersebut BERLABEL TIDAK AMAN UNTUK ANAK. tidak ada jaminan aman itu, dikarenakan spare part yang digunakan berbahaya. pernah kucoba nekat beli, benar saja. barang tersebut mudah rusak dan pecah. belum lagi cat yang berbahaya dan mudah mengelupas. Baca Lanjutannya…

Oleh: bhadra31 | Februari 27, 2008

Stereotip Negatif, Sebagai Kanker Dunia Pendidikan

Adalah suatu hal yang membanggakan sekaligus menyedihkan, ketika melihat bahwa penyelenggaraan seminar pendidikan saat ini memiliki peminat yang banyak, terutama bapak/ibu guru yang sedang/akan menjalani sertifikasi. Seperti baru-baru ini, di kota saya, sebuah lembaga pendidikan swasta menyelenggarakan seminar pendidikan mengenai jardiknas, dan diikuti oleh bapak/ibu guru. Namun, alangkah sayangnya, ketika di dalam ruangan yang over loaded itu, banyak bapak/ibu guru yang tidak berpartisipasi aktif, justru sibuk berbincang dengan rekannya sendiri. Ketika ditegur, dengan ringan bapak/ibu guru tersebut menjawab, buat apa terlalu serius, toh, disekolah tidak ada fasilitas komputer, lagipula kehadirannya hanya sekedar menjalankan tugas dan mendapatkan sertfikat. Secara iseng, saya menanyakan kepada 20 peserta yang lain dan 17 orang diantaranya memiliki pendapat yang sama.

Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori